Rabu, 20 Mei 2026

Pembibitan Kakao dorong Perekonomian Masyarakat Desa Puurau

Desa Puurau sempat menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat akibat menurunnya hasil produksi kakao yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat. Kondisi tersebut membuat banyak pihak menganggap desa ini akan menjadi “desa mati” karena sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga tidak lagi memberikan hasil yang memadai. Sementara itu, tanaman alternatif seperti nilam tidak mampu bertahan lama, sedangkan harga jagung di pasaran relatif rendah sehingga belum mampu menopang kebutuhan ekonomi masyarakat.

Menurunnya pendapatan petani berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Banyak warga mengeluhkan sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari karena penghasilan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya hidup yang terus meningkat. Bahkan, sejumlah pedagang memilih bermigrasi ke daerah lain untuk mencari peluang usaha dan sumber penghasilan yang lebih menjanjikan.

Harapan baru mulai muncul sejak dibukanya lahan pembibitan kakao yang memanfaatkan lahan milik para petani. Program pembibitan ini tidak hanya menghidupkan kembali aktivitas pertanian di desa, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi pemilik lahan yang lahannya digunakan untuk kegiatan pembibitan. Kehadiran usaha pembibitan kakao menjadi salah satu langkah nyata dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat Desa Puurau.

Selain memberikan manfaat bagi pemilik lahan, kegiatan pembibitan kakao dalam skala besar juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Proses penyemaian, pemeliharaan, penyiraman, hingga persiapan distribusi bibit membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak. Kondisi ini memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan desa mereka.

Amir, salah satu pembibit kakao di Desa Puurau, mengaku sangat merasakan manfaat dari keberadaan usaha pembibitan tersebut. “Kami sangat bersyukur dengan adanya pembibitan kakao ini, jadi punya penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dengan semakin berkembangnya sektor pembibitan kakao, masyarakat berharap perekonomian Desa Puurau dapat terus bangkit dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh warga.

 

 

 

Masta Rasidah 

0 komentar:

Posting Komentar